Honda Win 100 cc, Kisah Kesetiaan Motor Bersayap

Standar
Honda Win 100 cc, Kisah Kesetiaan Motor Bersayap

HONDA WIN 100cc

Motor itu seperti memiliki jiwa baru, bagaikan guardian bersayap yang setia menemani sang pemiliknya sampai deru penghabisan- Bapak pensiunan PNS ini menuntun kendaraannya Honda Win 100cc dari pasar menuju rumahnya yang berjarak sekitar 2 km. Panas terik matahari yang mencorong membuat peluhnya mengalir deras namun hal tersebut seolah sudah menjadi hal yang biasa bagi Pak Tedjo (69).

honda-federal-1

Tak terhitung berapa kali ia harus mendorong motor kebanggaannya itu karena mogok. Honda Federal, motor 4 tak keluaran tahun 1984 itu sudah menemani hari-harinya sejak 1994-an lalu. Motor itu diterima sebagai limpahan motor dinas dari teman sekantor yang pindah tugas. Sungguh, mengendarai Honda Win pada masa itu adalah sebuah kebanggaan. Karena sudah menjadi rahasia umum produk Honda keluaran ASTRA -dulunya FEDERAL- selalu terunggul dalam kualitas.

honda-federal-3

Ia berdinas di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura di Kabupaten Lahat. Honda Win 100cc itulah yang kerap menemani dalam pengabdiannya pada negara, masyarakat, dan keluarga. Motor itu sangat tangguh di segala medan baik on road maupun off road. Dengannya ia telah menempuh jalan-jalan berliku dan tak rata dalam melaksanakan pengabdiannya pada bangsa. Ia pun bisa mengantarkan anak istrinya pergi kemanapun mereka minta selama masih bisa ditempuh dengan perjalanan bermotor. Motor itu pun seakan mengerti dengan tidak terlalu banyak berulah.

HONDA WIN 100cc

Setelah pensiun motor itu dibeli secara lelang. Namun karena keteledoran oknum instansi terkait maka BPKB motor itu raib entah kemana. Proses yang panjang dan laporan kesana-kemari sudah dilakoni tetapi apa daya motor itu tetap saja ber-plat merah sampai sekarang. Kesadaran sebagai warga negara yang baik adalah dengan melaporkannya ke kantor Samsat, pajak dan polisi sehingga tak pernah ada kendala sama sekali dan motor itu tetap bebas berlalu lalang tanpa pernah kena tilang.

honda-federal-2

Salah satu anaknya pun punya hobi baru yaitu membongkar pasang motor kesayangannya, sehingga tampilannya hampir tidak bisa dikenali. Ia masih merindukan lampu depan motornya yang bisa menerangi jalan dengan sangat baik, namun kini sudah berganti. Ia juga merindukan jok hitam lamanya yang nyaman, namun kini juga sudah berganti. Kadangkala ia berbisik pada motor kesayangannya itu,”Kau sudah tak setampan dulu.” Namun tentu saja rasa sayangnya ke anaknya tidak bisa dibandingkan dengan barang. Setelah memiliki motor sendiri, hobi anaknya mengotak-atik motor Honda Win 100cc itu pun berhenti dengan sendirinya.

Motor itu setia menemani hari tuanya yang tetap aktif berolahraga. Cucu-cucu kecilnya pun dengan senang hati berkendara dengannya naik motor tua itu. Mereka didudukkan di atas tanki yang berdesain rata sehingga nyaman untuk diduduki, sekaligus bisa berpegangan pada besi stang motor. Ia tidak malu menyandingkan motor tua itu dengan motor-motor lain keluaran baru saat harus parkir saat belanja ataupun pergi ke hajatan pernikahan.

Kini motor itu hampir tak mampu menemani hari-harinya. Seperti dirinya, motor itu jua beranjak tua dengan onderdil-onderdil yang harus diganti satu-satu persatu. Mogok telah menjadi hal yang biasa. Terakhir motor itu terus mengeluarkan bunyi ‘menggeletek’, dan akhirnya tak bisa hidup sama sekali. Saat itu ia bahkan harus mendorong motor di bawah terpaan hujan. Sudah dicek di bengkel ternyata stang seher-nya patah dan harus diganti. Memang hanya sekitar 500-an ribu saja biaya yang harus dikeluarkan namun karena ia hanya seorang pensiunan sedangkan ia masih mengkuliahkan anak bungsunya, jadi biaya untuk perbaikan motor menjadi urutan kesekian dari daftar kebutuhan. Ia masih bisa memakai motor anaknya.

HONDA WIN 100cc

Motor itu tertidur dengan tenang. Menunggu untuk dibangunkan kembali. Dan Allah SWT mengijabah doa-doanya, anak perempuannya yang telah menikah mentransfer uang 500 ribu untuk memperbaiki motor kenangan itu. Setelah servis di bengkel, motor Honda Win 100cc itu pun kini kembali siap menemani hari-harinya. Motor itu seperti memiliki jiwa baru, bagaikan guardian bersayap yang setia menemani sang pemiliknya sampai deru penghabisan.

Tedjo dan honda win100cc

Tedjo bahagia telah setia menjadi pemakai Honda Win 100cc. Produk Astra itu juga telah setia menemani ‘perjalanan’ hidupnya. Motor itu telah berkontribusi dalam pengabdiannya pada negara. Sekaligus juga menebar manfaat, baginya, keluarganya, pun bagi bangsa dan negaranya. ***

HONDA WIN 100cc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s