Dari Tepian Sungai Lematang

Standar
Dari Tepian Sungai Lematang

Setiap hari Rabu, biasanya aku dan keponakanku mempunyai jadwal tetap ke Perpustakaan Daerah Lahat yang bertempat di tepian Sungai Lematang. Lokasinya yang sejuk dan tenang, memang sangat tepat untuk perpustakaan.

Perpustakaan daerah Lahat mempunyai prestasi sebagai perpustakaan daerah terbaik peringkat ke tujuh. Tersedia internet gratis di lantai dua  untuk yang menginginkan mencari informasi melalui internet. Di lantai bawah terdapat dua ruangan tempat peminjaman buku. Yang satu lebih banyak berisi buku-buku fiksi, sementara di ruangan lainnya berisi buku-buku pengetahuan. Baru-baru ini tampaknya buku-buku fiksi bertambah koleksinya. Tapi aku belum bertemu dengan buku karangan Enid Blyton favorit masa kecilku.

Pulangnya biasanya kami berjalan  menuju pasar Lematang. Jaraknya lumayan jika di tempuh berjalan kaki, namun jika naik ojek tanggung sekali. Nah, kali ini kami memutuskan untuk mengambil rute sepanjang sungai lematang  agar bisa melihat jembatan gantung kemudian melewati masjid raya menuju ke pasar Lematang.

Sekitar 50 meter dari Perpustakaan ada pohon besar yang tumbang terkena angin .Kabarnya korban yang meninggal karena tertimpa ada dua orang. Di sekitar lokasi benteng (demikian nama lokasi dekat perpustakaan di pinggir sungai lematang tersebut) memang ditumbuhi oleh pohon -pohon besar yang mungkin sudah berusia ratusan tahun.

pohon besar yang tumbang di tepi Sungai Lematang

pohon besar yang tumbang di tepi Sungai Lematang

IMG0804A

batang pohon dibelah-belah, indah sekali potongan kayu dari pohon besar itu

Ketika SMP , lokasi sekolahanku arah sana. Jika pulang dari ekstra sore kami berjalan kaki menyusuri jalan melewati RSUD yang juga ditumbuhi oleh pohon-pohon besar. Apabila angin semilir bertiup menerbangkan daun-daun kering yang berjatuhan dari pohon, sungguh rasanya seperti putri-putri dalam dongeng. Bersama temanku kami mulai membacakan puisi-puisi yang langsung keluar dari hati secara bergantian. He3x …….seperti udah jadi pujangga ternama.

Setelah melewati lokasi pohon tumbang, kami jalan terus menuju ke lokasi jembatan gantung. Dulu sebelum dibangun  jembatan baru, jembatan gantung adalah penghubung satu-satunya menuju ke seberang sungai. Jembatan itu akan bergoyang jika ada yang melewatinya,semakin kencang goyangannya apabila ada motor yang melintas. Kadang-kadang ada yang usil dengan sengaja menggoyangkan jembatan itu kuat-kuat sehingga yang takut akan menjerit-jerit. Dulu dan sekarang pun aku masih termasuk yang agak takut menyeberang dengan jembatan gantung. Dulu aku hampir merangkak jika sudah sampai di tengah jembatan he3x…..Kalau sudah hampir ke tepi baru berani berlari.

rumah-rumah di tepi Sungai Lematang

rumah-rumah di tepi Sungai Lematang

IMG0807A

Jembatan gantung Lahat kini

Jalan menanjak ke arah masjid Raya dekat Pasar Lematang. Sungguh indah memandang masjid dari bawah. Tinggi menjulang menyuarakan kebesaran Allah Sang Pencipta Alam. Lalu sampailah kami ke Pasar Lematang.

jalan meunju masjid Raya, silau

jalan meunju masjid Raya, silau

Sesekali cobalah untuk menempuh perjalanan dengan berjalan kaki. Sepanjang jalan kita bisa mengagumi kebesaran Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s