Sungai Lematang

Standar

bd

Maha Besar Allah yang telah menciptakan langit bumi beserta isinya. Sebagai manusia tentunya kita sangat bersyukur, manusia ditempatkan oleh Allah di bumi yang sangat indah. Disediakan semua sumber daya alam yang bisa kita manfaatkan untuk kelangsungan hidup kita sehari-hari. Coba kalau dulu Nabi Adam as dan Ibu Hawa ditempatkan di planet yang tidak secantik dan sekaya bumi?

Nah, salah satu keindahan alam itu terletak di daerahku Kabupaten Lahat Sumatera Selatan yaitu sungai Lematang. Walaupun mungkin tak seindah sungai di tempat-tempat lain, tapi karena ini tempat kelahiranku, maka aku sangat mencintainya.

Biasanya saat musim liburan tiba,saat keluarga semua berkumpul, kami selalu tidak melewatkan kesempatan berenang di sungai Lematang. Sebenarnya sih lebih tepat disebut “merendam” diri di sungai Lematang, karena hanya sedikit dari kami yang bisa berenang. Liburan Idul Fitri kali ini, kami juga tidak melewatkan kesempatan untuk itu.

Sangat menyenangkan untuk berjalan di dalam air sambil menginjak-injak bebatuan sungai. Sakit juga sih, tapi seru. Arus sungai Lematang yang deras menambah asyik saat kita berdiri sambil menantang arus, seperti orang yang sedang latihan bela diri. Asyik juga memandangi orang orang yang “beranyutan” (nb : naik di atas ban besar sambil membiarkan ban terseret oleh arus sungai) atau orang yang naik rakit, atau perahu.

Karena sungai Lematang juga dipakai untuk keperluan mandi cuci kakus untuk orang-orang di sekitarnya, maka ramai juga pemandangan orang yang sedang mandi atau mencuci atau……. (he3x). Waktu itu semua sudah naik ke tepi, eh salah satu ponakan nggak mau naik. Tiba-tiba ada yang mengambang lewat di dekatnya. Langsung saja dia pura -pura kedinginan dan sakit kaki minta dinaikkan ke tepi karena malu. Semua udah ketawa ketiwi sakit perut. Gitu deh, memang kadang-kadang ada yang lewat-lewat kaya iklan . Tapi jarang kok.

Setelah main air paling enaknya tuh maka bekal yang sengaja dibawa dari rumah. Hmmmmm, dingin-dingin laaperrrrr. Kalau air Sungai Lematang sedang surut barulah semua itu bisa dilakukan. Karena kalau airnya sedang banyak, tidak bisa kita berjalan di antara bebatuan sungai. Berbahaya, karena arusnya sangat deras dan airnya jadi keruh.

Tapi satu catatan yang tidak mengenakkan. Sampah. Iya, sampah. Kalau air sungai Lematang surut ternyata di tepian banyak sekali sampah dari orang-orang yang berkunjung ke sana. kebanyakan berupa botol minuman, bungkus snack. Bahkan banyak pecahan-pecahan beling kaca bekas botol minuman yang pecah. Salah satu ponakanku yang lain terkena belingnya. luka deh. Nggak asyik.

Aku cinta dengan sungai Lematangku. Itu Allah ciptakan untuk masyarakat Lahat agar digunakan dan dijaga, ya kan? Kalau sampah dimana-mana? Kesadaran orang-orang untuk membuang sampah pada tempatnya dan menjaga lingkungan agar tetap bersih memang masih kurang. Harusnya kebiasaan membuang sampah pada tempatnya sudah dicontohkan sejak kecil agar tertanam pada diri anak.

Kalau kita berkunjung setidaknyamembawa kantong plastik untuk sampah. Lalu dibuang ke tempat yang semestinya yaitu tempat sampah, bukan dibuang begitu saja ke sungai yang telah memberikan airnya dan keindahannya untuk kita. Jagalah apa yang sudah Allah karuniakan kepada kita. Sadarlah!Sadarlah!

One response »

  1. Ping-balik: Sungai Lematang | amrillmartapuraa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s