Cinta Lahatku

Standar

Pernah ke Lahat? Bagi yang tidak tahu Lahat terletak di Sumatera Selatan 5 jam perjalanan dengan mobil dari Palembang. Alamnya indah penuh bukit dan kebun karet. Sungainya jernih, berair deras. Pepohonan tumbuh dimana-mana sehingga udara menjadi sejuk. Tapi itu dulu….!!

Sekarang sungainya keruh dan dangkal. Pohon-pohon banyak ditebang untuk perumahan. Kebun-kebun banyak dihancurkan untuk pertambangan. Tahu kan sekarang Lahat menjadi salah satu daerah penghasil batubara. Orang-orang banyak yang kaya mendadak karena mendapat dana pembebasan tanah beratus-ratus juta. Pekerjaan beralih lahan. Lapangan kerja bertambah. Pemerintah bangga dengan penghasilan yang diraih.

Gambar diambil dari http://www.beritasatu.com

Dimana-mana dibuka pertambangan batubara. Pohon -pohon ditebangi. Tanah dikeruk sehingga menimbulkan lubang-lubang menganga yang jika sudah habis diambil isinya maka dibiarkan terlantar. Tak ada usaha penanganan lahan bekas pertambangan batu bara. Polusi di mana-mana. Udara semakin panas. Lahat benar-benar jadi panas. Orang-orang juga cepat merasa marah. Akibatnya banyak terjadi pertentangan antara perusahaan tambang dan masyarakat karena aspek lingkungan yang kurang diperhatikan.

Uang yang didapat lama kelamaan tentu akan habis, sementara itu bumi sudah terlanjur dirusak. Uang tidak akan bisa mengembalikan lagi wajah bumi seperti semula.

Tak terdengarkah oleh orang-orang, Lahatku yang mulai menangis. Ia mulai merintih. Selamatkan aku…., selamatkan aku…., tolong tanami lagi tanahku yang kalian hancurkan dan gali. Aku tak kuat lagi untuk menahan air agar mencukupi kebutuhaan airmu. Cintai dan sayangi aku untuk anak cucumu. Dengarkah kalian?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s